Pentagon Blokir DeepSeek: AI Canggih yang Picu Kontroversi
DeepSeek AI: Teknologi Canggih yang Bikin Pemerintah AS Waspada
DeepSeek dikembangkan oleh laboratorium AI yang didirikan oleh Liang Wenfeng dan berhasil menciptakan model AI hanya dalam dua bulan dengan biaya kurang dari USD 6 juta menggunakan chip Nvidia H800. Kecepatan pengembangannya yang luar biasa membuatnya menjadi pesaing serius dalam dunia AI.
Namun, kecemasan muncul setelah Pentagon—Departemen Pertahanan AS—menemukan bahwa beberapa karyawannya secara tidak sengaja menghubungkan komputer kerja mereka ke server Tiongkok saat menggunakan DeepSeek.
Mengutip laporan dari TechCrunch, ketentuan layanan DeepSeek secara eksplisit menyatakan bahwa data pengguna disimpan di server Tiongkok dan diatur berdasarkan hukum China. Hal ini berarti, DeepSeek harus bekerja sama dengan badan intelijen Tiongkok, yang menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan data dan potensi pengawasan.
Pentagon & Angkatan Laut AS Ambil Langkah Cepat
Setelah insiden ini, Pentagon segera memblokir akses ke DeepSeek di beberapa jaringan mereka. Namun, laporan Bloomberg menyebut bahwa beberapa karyawan masih bisa mengakses layanan tersebut.
Tak hanya Pentagon, Angkatan Laut AS juga melarang akses ke DeepSeek sejak 24 Januari 2025. Keputusan ini didasarkan pada masalah keamanan dan etika karena minimnya transparansi terkait pengelolaan data pengguna.
Situasi ini memperlihatkan bagaimana pemerintah AS sedang bergulat dengan implikasi keamanan nasional akibat pesatnya perkembangan DeepSeek AI.
Italia Juga Blokir DeepSeek Karena Isu Data Pribadi
Bukan hanya AS, pemerintah Italia juga mengambil langkah serupa dengan memblokir akses ke DeepSeek. Otoritas perlindungan data Italia, Garante, menyatakan bahwa pemblokiran ini dilakukan karena kurangnya informasi terkait penggunaan data pribadi oleh DeepSeek.
Menurut laporan dari CNA, Garante meminta penjelasan mendetail tentang:
- Jenis data pribadi yang dikumpulkan
- Sumber data
- Tujuan penggunaan data
- Dasar hukum penyimpanan data
- Lokasi penyimpanan data (apakah disimpan di China?)
Karena DeepSeek gagal memberikan jawaban yang memadai, Garante akhirnya melarang DeepSeek di Italia dan membuka penyelidikan lebih lanjut. Mulai 27 Januari 2025, aplikasi DeepSeek tidak lagi tersedia di Apple App Store dan Google Play Store di Italia.
Serangan Siber & Masalah Teknis yang Menimpa DeepSeek
Di tengah kontroversi pemblokiran, DeepSeek juga mengklaim menjadi korban serangan siber skala besar. Akibatnya, layanan AI mereka terpaksa membatasi pendaftaran pengguna baru.
Namun, DeepSeek tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai bentuk serangan siber yang mereka alami dan apakah data pengguna ikut terdampak.
Selain itu, versi aplikasi iOS dan Android DeepSeek mengalami masalah teknis, yang semakin diperburuk oleh lonjakan unduhan setelah menjadi aplikasi terpopuler di App Store dan Play Store.
Mengapa DeepSeek Begitu Kontroversial?
DeepSeek menarik perhatian karena mampu menawarkan AI canggih dengan biaya rendah dan kecepatan tinggi. Namun, ada beberapa alasan mengapa banyak pihak mulai mewaspadainya:
Keterkaitan dengan hukum Tiongkok
- Pemerintah China memiliki aturan yang mewajibkan perusahaan teknologi untuk bekerja sama dengan badan intelijen negara.
- Ini memicu kekhawatiran bahwa data pengguna DeepSeek bisa diakses oleh pemerintah Tiongkok.
Minimnya transparansi soal keamanan data
- Tidak jelas bagaimana DeepSeek mengelola dan menyimpan data pengguna di tingkat global.
- Italia bahkan sampai harus memblokir aplikasi ini karena ketidakjelasan informasi.
Pengaruh geopolitik dalam teknologi AI
- AS dan negara-negara Barat semakin memperketat regulasi terhadap teknologi yang berpotensi berhubungan dengan pemerintah Tiongkok.
- Kasus DeepSeek mirip dengan apa yang terjadi pada TikTok, yang juga menghadapi ancaman pemblokiran di AS.
Di satu sisi, DeepSeek AI membawa kemajuan teknologi yang luar biasa, tetapi di sisi lain, keamanan dan privasi data menjadi isu besar.
Dengan pemblokiran dari Pentagon, Angkatan Laut AS, dan Italia, DeepSeek menghadapi tantangan besar dalam menembus pasar global. Namun, jika mampu meningkatkan transparansi dan memperjelas kebijakan privasinya, tidak menutup kemungkinan AI ini akan menjadi pesaing kuat bagi raksasa seperti OpenAI, Google, dan Meta.
Bagi pengguna, penting untuk memahami risiko dan manfaat sebelum menggunakan layanan AI seperti DeepSeek. Sejauh mana kita bersedia berbagi data pribadi dengan teknologi yang belum sepenuhnya transparan?
